Label

Minggu, 07 Oktober 2012

Sejarah Piano


Secara umum, piano termasuk ke dalam kelompok musik instrumental. Piano memproduksi suara dari getaran papan suara yang volumenya dapat diperkuat (dapat diatur besar kecilnya).
Piano berasal dari kata “Pianoforte” diambil dari bahasa Italia. Model tradisional pertama kali diciptakan pada tahun 1709. Penemu pertama piano ini dijuluki “Gravecembalo col piano e forte” yang artinya “Harpsichord dengan papan tuts lembut dan bersuara keras”, masih menjadi perdebatan tentang siapa penemu pertama piano ini, banyak orang yang mengakuinya.
Tahun 1720-an seorang pembuat harpsichord dari italia “Bartolomeo Cristofori” menciptakan piano pertama, beliau terkenal dengan sebagai perintis pembuatan piano. Dua dari ciptaannya yang terkenal masih tersimpan sampai sekarang.
Pertama di Metropolitan Museum of Art, New York 1720, yang kedua buatan tahun 1726 tersimpan di museum Leipzig, Germany. Prinsip kerja yang diambil dari penggabungan keindahan nada dari prinsip kerja bilah kunci harpsichord dan clavichord, serta dikombinasikan dengan pemukul dan string dari alat musik dulcimer. Hal itu mendorong “Marius” dari Paris (1716), “Schroter” dari Saxony (1717), dan “Christofori” dari Padua Italia (1720). Namun, untuk hasil yang utuh dan lengkap hanya ditunjukkan oleh “Bartolomeo Christofori”
 Grand Piano 1720, dibuat oleh Bartolomeo Cristofori (Italia, 1655-1731)
Pada awalnya, piano dikembangkan dari dari alat musik kecapi, perbedaannya terletak pada cara bermainnya. Kecapi dimainkan dengan dipetik, sedangkan piano dimainkan dengan cara menekan tuts-tutsnya. Tegangan tuts piano ini memang tidak sekuat piano sekarang.
Pada pertengahan abad XVII piano mulai dibuat dengan beberapa bentuk. Ada yang dibuat mirip dengan desain harpsichord, dengan dawai menjulang. Piano menjadi lebih rendah setelah “John Isaac Hawkins” memodifikasinya yang letaknya sejajar dengan lantai. Dengan tuntutan instrumen musik supaya lebih ringan, tidak mahal, dengan sentuhan yang lebih ringan, para pembuat piano Jerman menjawabnya dengan piano persegi. Hingga tahun 8160, piano persegi mendominasi penggunaan piano di rumah.
Rangka untuk senar piano pertama, menggunakan rangka kayu dan hanya dapat menahan tegangan ringan dari senar. Akibatnya ketika abad XIX dibangun gedung-gedung konser berukuran besar, namun suara piano tersebut kurang memadai. Dari situ, mulailah pembuatan piano dengan rangka besi. Pada tahun 1800an “Joseph Smith” dari Inggris membuat piano dengan rangka logam seluruhnya. Dari piano hasil inovasinya tersebut, mampu menahan tegangan senar yang lebih kuat, sehingga suara yang dihasilakan lebih keras. Pada tahun 1822, “Erard” bersaudara mematenkan double escapementaction, merupakan temuan tersohor dari yang pernah ada berkaitan dengan cara kerja piano. Tegangan senar, yang semula ditetapkan 16 ton pada tahun 1862, bertambah menjadi 30 ton pada piano modern. Hasilnya adalah sebuah piano dengan kemampuan menghasilkan nada yang tidak pernah dibayangkan “Frederic Chopin”, “Ludwig van Beethoven”, dan bahkan “Franz Liszt”.
Dalam perkembangannya, gaya suara piano meningkat dari lima oktaf menjadi 7 bahkan ada yang lebih. Kemajuan piano banyak yang bersumber dari perusahaan Broadwood, yaitu 5 oktaf pada tahun 1790an, 6 oktaf pada tahun 1810, dan terakhir tahun 1820 menjadi 7 oktaf. Perusahaan ini pernah mengirimkan piano kepada “Hadyn” dan “Beethoven”. Selain itu piano juga dilengkapi dengan pedal, yang semula pedal itu digerakkan dengan lutut, dan kemudian pedal kaki yang diperkenalkan di Inggris menjadi populer hingga sekarang.
Sebuah perkembangan nyata di abad XX (berawal di tahun 1930-an) adalah kehadiran piano elektronik (atau piano listrik), yang didasarkan pada teknologi elektroakustik atau metode digital. Nada suaranya terdengar melalui sebuah amplifier dan loudspeaker. Dari sisi mutu suara, piano elektronik nyaris tak ada bedanya dengan piano biasa. Perbedaan terletak pada berbagai fitur yang melengkapinya. Fitur itu tentu tidak ada sama sekali dalam piano biasa. Misalnya, bisa dihubungkan dengan perangkat MIDI, komputer, alat rekam, memiliki pengatur volume, tusuk kontak untuk pendengar kepala, dan sebagainya. Mekanisme modern menjadikan teknologi berkembang, hal ini juga diterapkan pada pembuatan piano. Memanfaatkan aplikasi komputer dan electronic controls, sehingga menghasilkan kualitas unggul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar